Sering kali, sebuah perusahaan membutuhkan jumlah tenaga kerja yang besar hanya untuk sebuah proyek dalam pekerjaan tertentu. Sangat penting untuk memusatkan perhatian untuk membuat proyek tersebut dapat berjalan secara efektif dan efisien. Apabila tidak, maka dapat meningkatkan sumber daya yang Anda alokasikan untuk proyek tersebut, seperti biaya, waktu, dan tenaga.

Saat ini, transformasi digital sangatlah penting agar sebuah perusahaan dapat tetap kompetitif di dunia bisnis, dan fakta ini mencakup jenis industri atau sektor apapun. Transformasi digital dapat berupa memiliki “digital worker”, atau si robot cerdas, sebagai sebuah bentuk implementasi teknologi yang dapat membantu pekerjaan berjalan secara otomatis. Dengan ‘mempekerjakan’ si robot cerdas, sebuah perusahaan dapat meningkatkan efisensi dan produktivitas mereka, mengurangi biaya operasional, dan karyawan mereka akan dapat bekerja secara lebih efisien dan terbantu dengan adanya si robot ini.

Bagaimana kita dapat mengetahui apakah kita memerlukan si robot cerdas ini?

Baca lebih lanjut tentang jumlah waktu yang Anda harus habiskan untuk perkejaan repetitif dan manual

Mengenal Kemampuan si Robot cerdas

Digital Worker” berupa si robot cerdas merupakan software yang memiliki teknologi Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan – dengan tujuan membantu manusia untuk dapat mengotomatisasi proses bisnis atau pekerjaan mereka.

Robot cerdas memiliki teknologi Artificial Intelligence dengan kemampuan kognitif seperti Machine Learning untuk analisis data, Natural Language Processing untuk analisis teks dan bahasa manusia, Computer Vision dengan Image/Face Recognition yang dapat mengenal wajah manusia atau objek lainnya pada layar komputer. Adanya berbagai teknologi Artificial Intelligence ini memungkinkan si robot cerdas untuk dapat melakukan dan mengotomatisasi pekerjaan manusia yang bersifat kompleks dan rumit yang biasnaya membutuhkan kemampuan kognitif manusia.

Apakah Anda Memerlukan si Robot cerdas untuk Mengotomatisasi Pekerjaan?

Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah si robot cerdas ini perlu? Tentunya banyak hal yang menjadi pertimbangan oleh sebuah perusahaan sebelum mengalokasikan sumber daya seperti biaya, tenaga, dan waktu untuk mengimplementasikan si robot cerdas ini. Pertimbangan tersebut berupa:

  • Mengapa memerlukan si robot cerdas untuk melakukan pekerjaan, apabila sudah ada karyawan (manusia) yang mengerjakan epkerjaan tersebut?
  • Pekerjaan apa saja yang dapat dikerjakan oleh si robot cerdas? Apa saja kemampuannya?
  • Bagaimana cara mengetahui vendor software mana yang memiliki robot cerdas terbaik untuk perusahaan?
  • Bagaimana cara memulai implementasi si robot cerdas?
  • Apakah si robot cerdas dapat bekerja secara efektif untuk mengotomatisasi pekerjaan?

Baca tentang bagaimana memulai otomatisasi proses bisnis untuk perusahaan Anda

Beberapa ketakutan dan kekhawatiran juga muncul, bagaimana jika si robot cerdas tidak dapat ktia kendalikan? Mengingat terdapat cukup banyak kesalahpahaman mengenai Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan.

Baca tentang 3 mitos keliru tentang otomatisasi dan peran pentingnya bagi bisnis

Sangat penting untuk kembali melakukan evaluasi terhadap keseluruhan proses bisnis dalam sebuah perusahaan. Tujuan dari evaluasi tersebut adalah untuk menemukan proses bisnis (atau aktivitas pekerjaan) yang menghambat sebuah perusahaan dalam mencapai tujuannya, baik karena waktu untuk menyelesaikannya terlalu lama atau manpower yang terlalu besar.

Evaluasi terhadap efektif atau tidaknya suatu proses bisnis, dapat terwakili dengan tanda-tanda sebuah perusahaan memerlukan robot cerdas untuk membantu karyawan mereka dengan cara mengotomatisasi pekerjaan.

1. Customer engagement yang buruk

Adanya customer engagement yang terstruktur, baik, dan responsif merupakan hal yang sangat penting dalam sebuah bisnis. Terciptanya good customer service akan secara tidak langsung meningkatkan kepuasan pelanggan, yang dapat meningkatkan kualitas customer engagement. Tentunya, adalah ideal bagi sebuah perusahaan terlebih lagi B2C dalam memberikan respon tepat waktu dan menyediakan bantuan yang tepat bagi masalah apapun terkait barang dan jasa perusahaan tersebut yang digunakan oleh pelanggan.

Otomatisasi oleh robot cerdas mengambil peran yang penting dalam hal ini. Robot cerdas dapat “menggantikan” peran manusia dalam customer service. Seperti, menerima inquiry dari pelanggan, mengerti permasalahan yang ada, dan mengambil sikap berdasarkan SOP yang berlaku. Tentunya, peran karyawan manusia tidak akan hilang. Namun, pekerjaan mereka akan berjalan lebih cepat dengan bantuan robot cerdas dan mereka perlu mengawasi berjalannya otomatisasi di bagian ini.

Lihat implementasi otomatisasi dalam customer service

2. Karyawan merasa burnout dan stress akibat pekerjaan repetitif

Bayangkan berbagai macam pekerjaan administratif yang terjadi berulang-ulang, yang harus karyawan kerjakan. Pekerjaan seperti data entry, pemrosesan dokumen, mengontrol dan membarui data dari berbagai sistem, dan lainnya. Setiap hari akan ada sejumlah dokumen yang harus diproses, data yang harus diperbaharui, dan sistem yang harus dipantau. Tidakkah ini akan menjadi sebuah pola pekerjaan yang menjemukan, membosankan, dan membuat karyawan menjadi jenuh?

Jika karyawan merasa jenuh, tidakkah mereka akan merasa sulit untuk berkembang? Hal ini juga akan berimbas pada turnover rate yang tinggi. Selain itu, kualitas pekerjaan yang dikerjakan oleh karyawan yang tidak konsentrasi akibat jenuh yang dialaminya juga akan buruk (error rate yang tinggi). Tandanya, harus ada solusi yang dapat membantu pekerjaan repetitif ini selesai dengan cepat, tepat, dan efektif – membiarkan karyawan untuk melakukan pekerjaan yang lebih advance.

Robot cerdas dapat membantu mengotomatisasi pekerjaan repetitif yang membosankan ini. Robot cerdas dapat mengerjakan pekerjaan seperti membaca dan mengambil data dari dokumen, melakukan data entry ke dalam sistem, dan sebagainya.

Dengan hal ini, karyawan manusia tidak perlu lagi melakukan pekerjaan administratif seperti ini yang akan menghambat mereka untuk melakukan pekerjaan yang lebih bersifat strategis.

3. Ketidakmampuan dalam mengumpulkan, mengolah, dan menggunakan data

Bagaimana cara perusahaan Anda mengumpulkan data dari berbagai sumber? Mengolahnya dan menganalisanya? Membacanya sebagai sebuah tren? Lalu, mengambil kesimpulan dari sekumpulan data tersebut untuk diwujudkan ke dalam strategi bisnis yang baru?

Apakah karyawan Anda mengerjakannya dengan manual? Jika ya, maka proses itu perlu perbaikan.

Manajemen informasi mengambil peran yang penting dalam hal ini. Robot cerdas dapat mengotomatisasi pengumpulan dan pengolahan data. Bahkan, dengan kecerdasan si robot pintar, ia mampu membaca tren dan pola data, sehingga mampu membantu manusia untuk merancang strategi bisnis seperti campaign yang lebih efektif menjangkau target pasar.

Atau, dalam kasus peluncuran produk baru oleh tim RnD, robot cerdas dapat mengumpulkan data dari berbagai sumber media sosial untuk mengetahui apa yang target pasar benar-benar butuhkan saat itu – dan sekaligus untuk mengevaluasi apakah produk yang akan diluncurkan sesuai dengan kebutuhan tersebut.

Data merupakan kunci keberhasilan dari suatu bisnis. Data membantu perusahaan untuk merancang strategi bisnis, evaluasi dan perbaikan dari aktivitas strategis sebelumnya, dan yang terpenting – apa yang sedang tren di dalam pasar. Dengan data, perusahaan dapat tetap berkompetisi karena mampu mengetahui apa yang dibutuhkan konsumen dan menyediakannya serta bagaimana secara efektif meluncurkannya ke dalam pasar.

Lihat bagaimana robot cerdas mengotomatisasi pengumpulan dan pengolahan data

4. Banyak pekerjaan yang tertunda dan berhenti di tengah jalan

Menerapkan transformasi digital sepenuhnya tentu akan memakan waktu, namun hal ini merupakan investasi yang baik dibandingkan terlalu fokus untuk melakukan pekerjaan secara konvensional atau manual. Hal ini akan mengakibatkan tertundanya pekerjaan, atau bahkan berhenti di tengah jalan. Tentunya, akan berdampak negative bagi ROI sebuah perusahaan.

Apabila perusahaan Anda sering mengalami delay dalam suatu proyek, maka inilah tanda bahwa perlu adanya bantuan oleh robot cerdas untuk mengotomatisasi bagian dalam suatu proses bisnis. Dengan hal ini, Anda dapat memperoleh berbagai manfaat seperti proses yang berjalan lebih akurat, efektif, dan produktif serta informasi yang diperbarui tepat waktu – untuk membantu Anda membuat keputusan terkait bisnis yang lebih cepat dan lebih baik.

5. Karyawan yang tidak mau (terhambat untuk) berkembang

Kembali lagi ke poin nomor 2 – apabila karyawan merasa jenuh dengan kesehariannya dalam bekerja, bagaimana karyawan dapat memiliki motivasi untuk berkembang? Tidakkah pekerjaan yang ‘menyakitkan’ ini akan menghambat karyawan untuk berkembang?

Dengan semakin banyaknya bisnis yang menggabungkan teknologi baru dalam praktik mereka, karyawan dapat memperoleh manfaat dari mempelajari keterampilan digital baru untuk membantu proses kerja mereka. Jika karyawan Anda kelelahan atau terlalu banyak bekerja, mereka mungkin tidak punya waktu atau tidak tertarik untuk mempelajari keterampilan digital baru untuk tugas tersebut.

Beberapa orang mungkin takut dengan keterlibatan teknologi baru yang akan menyebabkan mereka kehilangan pekerjaan, ini jauh dari kebenaran. Tujuan para pekerja digital adalah untuk membantu dan bekerja sama dengan para pekerja manusia.

Adanya robot cerdas dapat membantu karyawan mengurangi beban kerja mereka dan meningkatkan lingkungan kerja mereka secara keseluruhan. Oleh karena itu, sebuah perusahaan harus mendorong karyawan dan memberikan pelatihan untuk mempelajari keterampilan digital baru. Selain itu, sebuah perusahaan perlu (kembali) mempertimbangkan pentingnya transformasi digital dalam proses bisnis mereka, termasuk dan khususnya mengimplementasikan otomatisasi proses.


Baca artikel ini dalam Bahasa Inggris

By: Kezia Nadira