Penggunaan Kecerdasan Buatan, atau Artificial Intelligence (AI), jauh lebih umum daripada yang kita kira. Mulai dari aplikasi pada smartphone, robot bedah medis, dan kendaraan swakemudi – teknologi AI berkembang pesat dan banyak yang telah diadaptasi pada kehidupan sehari-hari kita dalam banyak aspek. Dalam tingkat aplikasi ini, kita dapat mengatakan bahwa AI sedang mengubah dunia.

Ada banyak sekali contoh area di mana Artificial Intelligence dapat meningkatkan kehidupan kita. Pertanyaannya, bagaimana sebenarnya cara kerja AI? Orang mungkin mempertanyakan apakah Artificial Intelligence dapat menggantikan pekerjaan manusia.

Apa itu Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence)?

Definisi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence)

Berbagai definisi Artificial Intelligence telah muncul sejak kemampuan dan manfaatnya diketahui. Pada tahun 2004, John McCarthy dalam makalahnya memperluas definisi AI sebagai berikut:

“It is the science and engineering of making intelligent machines, especially intelligent computer programs. It is related to the similar task of using computers to understand human intelligence.”

“Ini adalah ilmu dan teknik dalam membuat mesin yang cerdas, terutama program komputer yang cerdas. Hal ini berhubungan dengan tugas serupa dalam menggunakan komputer untuk memahami kecerdasan manusia.”

John McCarthy

Definisi tentang Artificial Intelligence sebenarnya sudah dimulai beberapa dekade sebelumnya. Adanya diskusi tentang Artificial Intelligence dimulai pada tahun 1950 bersamaan dengan karya Alan Turing tentang “Computing Machinery and Intelligence”. Penelitian ini berdasar pada pertanyaan sederhana Alan Turing tentang “Apakah mesin dapat berpikir?”. Dalam upaya untuk menjawab pertanyaan ini, Alan Turing melakukan tes yang kita kenal saat ini sebagai “Turing Test”. Tes ini bertujuan untuk mengetahui apakah komputer (mesin) mampu berpikir seperti manusia atau tidak. Pada tes ini, seorang manusia berperan sebagai interrogator yang akan mencoba untuk membedakan respon teks manusia dan komputer. “Turing Test” memegang peranan penting dalam sejarah Artificial Intelligence.

Baca tentang sejarah Artificial Intelligence

Mengambil kesimpulan dari seluruh definisi yang ada, dapat kita simpulkan bahwa Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan adalah bidang studi yang memungkinkan mesin untuk “berpikir” dan membuat keputusan dengan cara yang hampir serupa dengan apa yang dapat manusia lakukan. Mesin dengan cara bekerjanya menyerupai manusia, seperti kemampuan dalam memecahkan masalah, menganalisis data, dan kemampuan untuk belajar, dapat kita kategorikan sebagai Artificial Intelligence. AI memungkinkan mesin untuk meningkatkan kemampuannya, yaitu melakukan pekerjaan seperti layaknya manusia.

Kecerdasan si Kecerdasan Buatan

Menurut John McCarthy, Artificial Intelligence tidak sealu tentang menstimulasi kecerdasan manusia. Ia mendefinisikan kecerdasan sebagai “the computational part of the ability to achieve goals in the world.” atau “bagian komputasi dari sebuah kemampuan untuk mencapai tujuan di dunia”. Ia menyatakan bahwa kita dapat mempelajari sesuatu agar mesin bisa memecahkan suatu masalah, dengan melakukan observasi atau pengamatan terhadap berbagai metode.

Menanggapi karya Alan Turing pada tahun 1950 yaitu “Turing Test”, John McCarthy menjelaskan bahwa tes ini bersifat one-sided atau sebelah sisi saja:

“A machine that passes the test should certainly be considered intelligent, but a machine could still be considered intelligent without knowing enough about humans to imitate a human.”

“Mesin yang lolos uji tentu harus dianggap cerdas, tetapi mesin masih bisa dianggap cerdas tanpa cukup mengetahui tentang manusia untuk meniru manusia.”

John McCarthy

Kecerdasan Buatan bertujuan untuk mencapai kecerdasan manusia. Tujuan utamanya adalah untuk membangun program komputer yang dapat memecahkan masalah dan mencapai tujuan di dunia sebaik manusia.

John McCarthy menjawab pertanyaan tentang “Seberapa jauh Artificial Intelligence dapat mencapai tingkat kecerdasan manusia dan kapan itu terjadi?” dengan mengatakan bahwa beberapa orang berpikir bahwa kecerdasan tingkat manusia dapat dicapai dengan menulis sejumlah besar pemrograman komputer, dan mengumpulkan basis pengetahuan yang luas berdasarkan fakta. Namun, lanjut John McCarthy, Sebagian besar peneliti Artificial Intelligence percaya bahwa perlu adanya beberapa ide fundamental baru, sehingga tidak mungkin untuk memprediksi kapan Artificial Intelligence dapat mencapai kecerdasan setingkat manusia.

Mengenal Teknologi Artificial Intelligence

Pada umumnya, terdapat 3 jenis teknologi Artificial Intelligence, yaitu:

  • Machine Learning

Machine Learning merupakan kemampuan mesin atau komputer untuk belajar. Algoritma Machine Learning dapat menciptakan model pembelajaran berdasarkan data sampel, dan data ini berperan sebagai training data yang berguna untuk membuat prediksi atau keputusan tanpa harus terpogram secara eksplisit untuk melakukannya.

Baca lebih lanjut tentang Machine Learning

  • Natural Language Processing

Natural Language Processing (NLP) merupakan cara bagi mesin untuk dapat memahami atau menginterpretasi bahasa manusia. Menggabungkan NLP ke dalam beberapa teknologi yang mengadopsi AI, seperti RPA merupakan salah satu konsep yang relatif baru.

  • Computer Vision

Dalam beberapa tahun terakhir, komputer memiliki kemampuan untuk membedakan objek. Kemampuan mesin atau komputer dalam mengenali gambar atau objek ini dapat terjadi berkat computer vision yaitu kemampuan image recognition – yang dapat meniru pekerjaan mata manusia yaitu melihat dan membedakan objek. Misalnya, kita dapat meminta robot untuk mengunduh semua gambar yang berisi foto kucing dalam sebuah website, maka robot tersebut dapat melakukannya. Kemampuan ini dapat kita implementasikan untuk menyortir dan mengklasifikasikan dokumen, berdasarkan keberadaan logo, bentuk dan gambar logo yang berbeda-beda yang melambangkan jenis dokumen yang berbeda, adanya tanda-tangan, dan lain-lain.

Hanya saja, biasanya butuh sejumlah besar data sampel untuk dapat melatih Artificial Intelligence agar dapat mencapai hasil yang diinginkan. Dalam kasus seperti chatbox, misalnya, AI perlu dilatih dengan menggunakan sejumlah data sampel yang banyak agar dapat menghasilkan percakapan dengan manusia yang terasa seolah-olah robot tersebut benar adanya manusia.

Baca lebih lanjut tentang bagaimana AI dapat membantu proses bisnis suatu perusahaan

Mengapa Kecerdasan Buatan Penting?

Telah banyak perusahaan yang menggunakan Artificial Intelligence untuk meningkatkan berbagai operasi bisnis mereka. Implementasi ini telah memberi mereka banyak keuntungan dan manfaat. Artificial Intelligence membawa manfaat bagi perusahaan bukan hanya karena mereka dapat melakukan pekerjaan lebih baik dibandingkan manusia, atau meminimalisir kesalahan dan meningkatkan akurasi, tetapi juga karena AI memungkinkan perusahaan untuk memperoleh insights untuk operas bisnis mereka.

Oleh karena itu, Artificial Intelligence dapat dikatakan sebagai teknologi yang patut kita pertimbangkan untuk diimplementasikan ke dalam perusahaan. Berikut adalah mengapa AI penting:

Kecerdasan Artificial Intelligence

AI membawa kecerdasan ke (hampir) produk apapun. Misalnya, cognitive automation (atau intelligent automation) di mana sebuah robot menjadi cognitive bot karena memiliki kemampuan Artificial Intelligence. Cognitive bot melakukan otomatisasi pekerjaan yang biasanya membutuhkan pengetahuan manusia, misalnya pekerjaan yang memerlukan pengambilan keputusan yang bersifat kompleks yang harus memerlukan campur tangan manusia. Dengan AI, cognitive bot dapat melakukan pekerjaan tersebut dan manusia hanya perlu meninjau dan memvalidasi hasilnya.

Artificial Intelligence bekerja hampir mendekati akurasi yang sempurna

Melalui deep neural network, AI mampu memberikan akurasi yang luar biasa. Teknik pembelajaran AI ini membuat pekerjaan yang mereka lakukan memiliki akurasi yang lebih tinggi. Mereka tidak merasa lelah seperti manusia, sehingga mereka tidak akan melakukan kesalahan atau error layaknya manusia.

Kemampuan Artificial Intelligence dalam menganalisis data

Melalui neural network, AI dapat menganalisis data secara lebih mendalam dan lebih banyak. Tentu saja, perlu banyak data untuk melatih model deep learning – mengingat mereka belajar langsung dari data. Peran data sangat penting, sehingga dapat menciptakan keunggulan kompetitif bagi perusahaan yang memiliki teknologi AI yang memungkinkan kemudahan dalam mendapatkan dan menganalisis data.

Artificial Intelligence mampu untuk ‘belajar’

Berikan data ke AI, biarkan AI belajar. AI dapat bersifat adaptif sesuai dengan data yang ada, melalui algoritma pembelajaran yang bersifat progresif. AI dapat menemukan struktur (pola dan tren) dan keteraturan dalam data. Kemampuan belajar mandiri ini akan menghasilkan sebuah model pelatihan (training model), dan model ini juga dapat kita gunakan dan sesuaikan ketika ada masukan data yang baru.

Artificial Intelligence dapat mengotomatisasi pekerjaan yang repetitif

Tidak hanya mengotomatisasikan berbagai pekerjaan yang bersifat repetitif dan manual, tetapi AI juga dapat mengotomatiskan pekerjaan rumit yang biasanya membutuhkan kemampuan kognitif manusia. Dalam hal ini, AI menjadi dapat diandalkan dan mampu bekerja tanpa kelelahan seperti manusia. Dikombinasikan dengan robot yang berfungsi untuk otomatisasi, AI akan memungkinkan manusia untuk mengotomatisasi hampir semua jenis pekerjaan.

Bagaimana Menggunakan Artificial Intelligence untuk Menggantikan Kecerdasan Manusia?

Ketika memikirkan Artificial Intelligence, mungkin kita merujuk pada robot AI yang digambarkan dalam film yang mana dalam penggambaran tersebut mengarah pada kehancuran umat manusia. Nyatanya, tidak seperti itu. Meskipun Artificial Intelligence dapat menggantikan beberapa pekerjaan manusia, namun pengawasan dan campur-tangan manusia tetap sangat penting dan perlu. Tujuan penggunaan Artificial Intelligence adalah untuk membantu manusia bekerja lebih cerdas dan meningkatkan produktivitas, ada banyak keuntungan dalam mengimplementasikan Artificial Intelligence.

Salah satu keuntungan yang nyata adalah bahwa operasi bisnis dapat berjalan mulus dari awal hingga akhir dengan Artificial Intelligence. Software dengan Artificial Intelligence mampu membaca email atau teks yang bersifat tidak terstruktur lainnya. Mereka juga dapat mengekstrak data penting dari teks tidak terstruktur atau semi-terstruktur seperti formulir dan tabel. Robot cerdas ini juga dapat membuat keputusan kompleks.

Timesheet Killer menemukan bahwa sekitar $650 miliar per tahun terbuang sia-sia untuk distraction cost di Amerika Serikat. Banyak pekerjaan bisnis yang berulang dapat menjadi hal biasa dengan volume data yang tinggi untuk diproses. Hal ini dapat mengakibatkan kenaikan biaya operasional, dan menyebabkan kelelahan di antara para pekerja. Dan solusi untuk masalah ini adalah intelligent automation.

Pentingnya Intelligent Automation: Artificial Intelligence dan Otomatisasi

Intelligent automation merupakan kombinasi antara AI dengan rule-based automation seperti RPA (Robotic Process Automation). Intelligent automation tidak hanya akan memaksimalkan efisiensi bisnis, tetapi juga dapat menjadi teknologi strategis untuk membuat perbedaan besar dalam daya saing sebuah perusahaan atau bisnis.

Saat ini, Artificial Intelligence digunakan secara luas dalam otomatisasi untuk proses kerja. Dengan kemampuan Artificial Intelligence, otomatisasi dapat berjalan lebih cepat dan akurat. Ini juga berlaku dalam kasus AI Gleematic, ia menggabungkan teknologi Robotic Process Automation (RPA) dan AI untuk membantu perusahaan mengotomatiskan pekerjaan mereka.

Baca tentang 3 Mitos Keliru tentang Otomatisasi dan Peran Pentingnya bagi Bisnis Anda

Berikut adalah beberapa contoh pekerjaan yang dapat berjalan dengan Intelligent Automation:

Intelligent document processing (IDP) | Ekstraksi Data dari Berbagai Invoice

Dalam video ini, Gleematic dapat membaca dan mengekstrak data dari faktur dalam berbagai template. Dengan Artificial Intelligence, robot cerdas dapat mengidentifikasi data mana yang akan kita ekstrak. Setelah ekstraksi, robot cerdas akan menempatkan hasil ekstraksi ke dalam file Excel. Setelah proses ini, robot cerdas dapat memasukkan semua data ini ke sistem apa saja.

Analisis Prediktif dengan Machine Learning | Persetujuan Pinjaman Bank

Robot cerdas mampu memprediksi apakah pinjaman yang diajukan oleh seorang customer bank mendapatkan persetujuan atau tidak. Kemampuan ini bisa terjadi karena robot cerdas memiliki teknologi AI Machine Learning, yang memungkinkan robot cerdas untuk mempelajari pola dan tren dari riwayat data untuk membuat prediksi di masa mendatang.

Analisis Prediktif dengan Machine Learning | Retensi Karyawan

Dengan AI Machine Learning, robot cerdas dapat melakukan analisis prediktif untuk mencegah pengurangan karyawan. Dengan analisis prediktif, robot cerdas dapat secara akurat memprediksi tingkat pengurangan karyawan berdasarkan catatan pekerjaan mereka.

Selain itu, robot cerdas juga dapat memprediksi siapa yang akan pergi, mengapa karyawan cenderung pergi, dan menganalisis faktor-faktor risiko utama yang memengaruhi tingkat pergantian karyawan yang tinggi. Dengan kemampuan ini, robot cerdas dapat memberikan pemahaman yagn bersifat preventif bagi departemen human resource untuk meningkatkan cara mereka dalam mempertahankan karyawan.

Analisis Prediktif dengan Machine Learning | Memprediksi Data Abnormal

Outlier adalah titik data abnormal yang secara signifikan berbeda dari data lainnya. Mendeteksi outlier penting karena kehadirannya menunjukkan potensi kesalahan. Jika ada variasi yang tidak normal, robot cerdas akan menunjukkannya sebagai outlier dan memberikan notifikasi kepada manusia.

Image Recognition | Menyortir dan Mengklasifikasikan Dokumen

Robot cerdas mampu mengklasifikasikan dokumen ke dalam folder berdasarkan keberadaan logo. Kemampuan ini berkat teknologi Image Recognition yang memungkinkan robot cerdas untuk secara otomatis memeriksa keberadaan logo dalam sebuah dokumen, mengenalinya, dan menempatkannya ke dalam folder yang sesuai.

Natural Language Processing | Analisis Sentimen

Robot cerdas dapat menganalisis feedback untuk menentukan apakah mereka memiliki sentimen positif atau negatif. Kemampuan ini berkat Natural Language Processing (NLP).

Kesimpulan

Kita membutuhkan berbagai jenis teknologi AI tergantung pada pekerjaan, tetapi ini tidak berarti bahwa AI akan menggantikan pekerja manusia. AI membantu banyak pekerja kantoran dengan pekerjaan mereka. Sebuah perusahaan dapat menghemat waktu dengan mengotomatisasikan pekerjaan yang bervolume tinggi, manual, dan repetitif dengan AI, sehingga menghasilkan lingkungan kerja yang lebih cerdas dan pekerja yang termotivasi.

Hubungi kami untuk memulai perjalanan otomatisasi Anda.


Baca artikel ini dalam Bahasa Inggris

By: Kezia Nadira