Seiring AI beralih dari sekadar eksperimen menjadi bagian dari operasional bisnis sehari-hari, pertanyaan bagi perusahaan kini bukan lagi apakah mereka perlu mengadopsi AI, melainkan bagaimana teknologi tersebut dapat benar-benar diterapkan dalam proses bisnis nyata.

Dalam konteks inilah Yonyou menyelenggarakan 2026 Global Business Innovation Conference (GBIC) pada 6–8 Agustus di Nanjing International Expo Center, China. Mengusung tema “Harnessing AI to Drive Growth”, edisi ke-24 GBIC mempertemukan para pemimpin bisnis, pakar teknologi, praktisi perusahaan, mitra ekosistem, dan inovator untuk mengeksplorasi bagaimana AI dapat bergerak melampaui penggunaan yang terisolasi dan menjadi penggerak nyata transformasi bisnis. Yonyou  memperkirakan lebih dari 8.000 peserta hadir secara langsung dan lebih dari 2 juta peserta mengikuti secara online, menjadikan konferensi ini sebagai salah satu pertemuan penting bagi ekosistem enterprise technology dan transformasi digital di kawasan Asia-Pasifik.

Global Business Innovation Conference ke-24 Yonyou

Global Business Innovation Conference (GBIC) merupakan acara tahunan Yonyou yang berfokus pada enterprise digitalization dan inovasi bisnis. Pertama kali diselenggarakan pada 2003, konferensi tahun 2026 menandai penyelenggaraan GBIC yang ke-24.

Selama bertahun-tahun, GBIC berkembang menjadi platform penting untuk membahas persinggungan antara teknologi, enterprise management, dan pertumbuhan bisnis. Yonyou menjadikan konferensi ini sebagai ruang bagi pemimpin bisnis, pakar teknologi, perusahaan, mitra ekosistem, developer, dan pencipta di bidang teknologi untuk bertukar perspektif mengenai emerging technologies dan penerapannya dalam dunia bisnis.

Pada 2026, perhatian GBIC banyak diarahkan pada tahap berikutnya dari enterprise AI. AI tidak lagi dipandang sebagai teknologi yang berdiri sendiri, tetapi sebagai bagian dari operasional bisnis nyata—mulai dari finance dan procurement hingga manufaktur, HR, supply chain, marketing, dan lainnya.

Dari Adopsi AI Menuju Pemanfaatan AI Sepenuhnya

Gagasan utama GBIC 2026 terangkum dalam temanya: “Harnessing AI to Drive Growth.”

Bagi bisnis, tema ini mencerminkan perubahan cara pandang yang penting. Gelombang pertama enterprise AI sebagian besar berfokus pada eksperimen—menggunakan AI untuk membuat konten, merangkum informasi, menjawab pertanyaan, atau membantu karyawan menyelesaikan tugas tertentu.

Tahap berikutnya jauh lebih operasional. AI mulai terhubung dengan data, sistem atau aplikasi IT, serta alur kerja, sehingga dapat berperan langsung dalam bagaimana organisasi menjalankan operasionalnya.

Materi konferensi Yonyou menggambarkan perubahan ini sebagai perjalanan bisnis dari tahap mempelajari dan bereksperimen dengan AI menuju pemanfaatan AI sebagai kapabilitas strategis untuk mendorong pertumbuhan. Hal tersebut tercermin dalam berbagai agenda konferensi yang membahas Agentic AI, enterprise AI infrastructure, AI-powered business applications, serta implementasi di dunia nyata.

Finance juga menjadi salah satu topik utama. Salah satu sesi khusus yang digelar adalah Digital Intelligent Finance Forum, yang membahas pemanfaatan AI untuk mentransformasi finance, serta forum lain yang berfokus pada tax dan contract digitalization.

Gleematic AI Agents di GBIC 2026

Sebagai salah satu partner Yonyou, kami dengan bangga berpartisipasi dalam GBIC tahun ini. Bersama para pemimpin bisnis, inovator teknologi, dan mitra ekosistem dari berbagai negara, kami mengeksplorasi bagaimana AI membentuk masa depan bisnis.

Dalam kesempatan ini, kami memperkenalkan AI Agents dari Gleematic serta bagaimana teknologi tersebut dapat membantu perusahaan mentransformasi berbagai proses bisnis sehari-hari, khususnya di bidang finance.

Memperkenalkan Gleematic AI Agents untuk Finance Automation

Finance merupakan salah satu fungsi bisnis dengan proses paling kompleks dalam organisasi. Mulai dari purchase order dan invoice hingga rekonsiliasi, approval, reporting, dan pembayaran, tim finance setiap hari harus bekerja dengan berbagai dokumen, sistem, serta tahapan persetujuan.

Meskipun banyak pekerjaan individual yang dapat diotomatisasi, proses finance umumnya terdiri dari banyak tahapan—mulai dari meninjau informasi dan memvalidasi data hingga memasukkan transaksi dan menjalankan tahap berikutnya dalam sebuah alur kerja.

Di sinilah AI Agents for Finance Automation dapat memberikan dampak.

AI Agents kami dirancang untuk melampaui sekadar data extraction atau otomatisasi tugas repetitif. AI Agents dapat memahami informasi, memproses dokumen, mengikuti business rules, berinteraksi dengan berbagai aplikasi, serta menjalankan tindakan sebagai bagian dari alur kerja awal hingga akhir.

Di GBIC 2026, kami menunjukkan bagaimana Gleematic dapat mendukung berbagai proses terkait finance, termasuk pembuatan purchase order, pemrosesan faktur dan klaim, validasi data, rekonsiliasi dokumen dan transaksi, fraud detection, financial forecasting, dan lainnya.

Tujuannya bukan sekadar mengotomatisasi tugas satu per satu, tetapi menghubungkan berbagai tugas tersebut menjadi alur kerja yang lebih “mulus”. Dengan mengambil alih pekerjaan operasional yang repetitif, AI Agents membantu tim finance mengurangi pekerjaan manual dan mengalokasikan lebih banyak waktu untuk aktivitas yang membutuhkan human judgment, analisis, serta strategic decision-making.

Bagaimana Gleematic Mendorong Pertumbuhan Enterprise dengan AI

Kapabilitas yang ditampilkan Gleematic di GBIC 2026 selaras dengan tema utama konferensi, “Master AI, Drive Growth.”

Bagi kami, mendorong pertumbuhan enterprise dengan AI bukan hanya tentang mengotomatisasi pekerjaan repetitif. AI Agents memang dapat mengambil alih berbagai proses operasional yang memakan waktu, tetapi manfaatnya dapat diperluas untuk membantu organisasi memahami data, mengidentifikasi risiko, memprediksi hasil, serta mengambil keputusan dengan informasi yang lebih lengkap.

Dalam finance, misalnya, AI dapat mengotomatisasi proses rutin seperti document processing, pembuatan purchase order, rekonsiliasi, dan data entry. Pada saat yang sama, kapabilitas berbasis AI juga dapat mendukung aktivitas yang lebih analitis dan berorientasi pada pengambilan keputusan, termasuk financial forecasting, fraud detection, anomaly identification, dan business reporting.

Dengan demikian, peran AI di dalam enterprise menjadi semakin luas: bukan hanya menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga membantu manusia menentukan langkah berikutnya.

Lebih Dari Sekadar Memproses Dokumen, Memanfaatkan Data dengan Bantuan AI

Melalui Gleematic, kami menggabungkan berbagai kapabilitas tersebut melalui pendekatan AI-powered automation. Dengan menghubungkan AI dengan data, dokumen, aturan, dan sistem atau aplikasi IT, organisasi dapat mengotomatisasi aktivitas sehari-hari sekaligus memperoleh visibilitas dan intelligence yang lebih baik di seluruh operasional mereka.

Sebagai contoh, kapabilitas forecasting dapat membantu perusahaan memprediksi kinerja keuangan di masa depan dan mendukung perencanaan. Fraud detection dan anomaly analysis dapat membantu mengidentifikasi transaksi atau pola yang membutuhkan investigasi lebih lanjut. Sementara itu, automated reporting dapat mengubah data operasional menjadi informasi yang dapat digunakan manajemen untuk memantau kinerja dan mengambil keputusan.

Kombinasi antara otomatisasi dan kecerdasan inilah yang membuat AI semakin relevan bagi pertumbuhan enterprise. Alih-alih melihat AI hanya sebagai alat untuk mengurangi pekerjaan manual, organisasi dapat memanfaatkannya untuk meningkatkan efisiensi operasional, merespons perubahan dengan lebih cepat, mengelola risiko, serta mengambil keputusan berbasis data.

Visi ini sejalan dengan arah GBIC 2026. Ketika perusahaan mulai beralih dari eksperimen menuju penerapan AI dalam operasional bisnis nyata, peluangnya bukan sekadar mengotomatisasi lebih banyak tugas. Yang lebih penting adalah membangun organisasi yang mampu bekerja lebih cerdas, merespons lebih cepat, dan mengambil keputusan yang lebih baik dengan dukungan AI.

AI tidak seharusnya bekerja terpisah dari sistem atau aplikasi enterprrise dan alur kerja yang sudah digunakan perusahaan. Sebaliknya, AI harus bekerja di dalamnya.

Integrasi dengan Yonyou ERP: Memaksimalkan Sistem Enterprise yang Sudah Ada

Bagi banyak organisasi, terutama perusahaan yang telah lama beroperasi, mengganti ERP bukanlah pilihan yang praktis maupun diinginkan. ERP umumnya menjadi pusat dari berbagai proses penting seperti finance, procurement, supply chain, dan operasional. Sistem tersebut juga menyimpan data bisnis selama bertahun-tahun dan telah tertanam kuat dalam workflow organisasi. Karena itu, tantangannya bukan selalu tentang mengganti sistem yang sudah ada dengan AI.

Salah satu bagian penting dari showcase kami di GBIC 2026 adalah demonstrasi bagaimana Gleematic AI Agents dapat terintegrasi dengan Yonyou ERP untuk mengotomatisasi berbagai proses terkait finance.

Dalam demonstrasi tersebut, Gleematic menunjukkan bagaimana proses seperti pembuatan purchase order di Yonyou dapat diotomatisasi. Teknologi ini mengurangi pekerjaan data entry yang repetitif sekaligus menghubungkan informasi yang diperoleh dari dokumen bisnis secara langsung dengan workflow ERP yang telah digunakan organisasi.

Sebagai contoh, ketika sebuah quotation memuat informasi yang diperlukan untuk membuat purchase order, Gleematic dapat memproses dokumen tersebut, mengidentifikasi informasi yang relevan, kemudian menggunakannya untuk memulai transaksi terkait di Yonyou ERP.

Gleematic memiliki built-in integration module khusus untuk Yonyou, yang memungkinkan organisasi menghubungkan AI Agents dengan lingkungan ERP yang sudah mereka gunakan dan mengotomatisasi operasional finance secara end-to-end—tanpa mengganggu maupun mengganti sistem yang telah ada.

Artinya, perusahaan dapat menghadirkan AI-powered automation ke dalam alur kerja yang sudah berjalan sambil tetap mengandalkan infrastruktur ERP yang telah mereka gunakan. Mulai dari memproses informasi bisnis, membuat transaksi, hingga menjalankan pekerjaan repetitif, Gleematic AI Agents dapat bekerja bersama Yonyou ERP untuk memperlancar alur pekerjaan di berbagai sistem.

Alih-alih mengharuskan perusahaan memulai semuanya dari awal dengan sistem baru, pendekatan ini menunjukkan cara yang lebih praktis dalam mengadopsi AI: membangun intelligence di atas sistem yang sudah menjadi fondasi bisnis.

Dari ERP Automation Menuju Agentic Enterprise

Diskusi di GBIC 2026 menunjukkan adanya transformasi yang lebih luas dalam dunia teknologi untuk bisnis.

Selama ini, ERP dirancang berdasarkan structured workflow. Karyawan memasukkan informasi, memilih opsi, mengikuti proses yang telah ditentukan, lalu memindahkan transaksi dari satu tahap ke tahap berikutnya. Namun, Agentic AI membuka kemungkinan baru. Alih-alih setiap langkah harus dimulai secara manual, AI seperti Gleematic AI Agents dapat memahami input bisnis, menentukan tindakan berikutnya yang sesuai, kemudian berinteraksi dengan sistem atau aplikasi IT yang sudah ada untuk menjalankan tindakan tersebut dalam batasan yang telah ditentukan. Hasilnya adalah model enterprise automation yang lebih dinamis.

Dalam model ini, AI bukan lagi sekadar alat untuk data entry. AI menjadi lapisan intelligence yang menghubungkan informasi bisnis dengan aksi. Pada akhirnya, arah perkembangannya menuju alur kerja yang saling terhubung, di mana berbagai proses bisnis dapat berjalan sebagai bagian dari satu rangkaian otomatisasi yang terintegrasi.

Membuat AI Bekerja di Mana Bisnis Berjalan

Salah satu poin terpenting dari GBIC 2026 mungkin bukan kemunculan AI tool baru atau tren enterprise technology terbaru. Yang lebih penting adalah semakin kuatnya kesadaran bahwa nilai AI pada akhirnya ditentukan oleh di mana dan bagaimana teknologi tersebut diterapkan. AI menjadi jauh lebih bernilai ketika mampu bergerak melampaui sekadar “memberikan jawaban” dan benar-benar berkontribusi dalam menyelesaikan sebuah proses bisnis.

Bagi tim finance, hal ini berarti menghubungkan AI dengan sistem yang memang sudah menjadi bagian dari operasional keuangan sehari-hari.

Bagi perusahaan secara lebih luas, pendekatan ini berarti membuat investasi teknologi yang sudah ada menjadi lebih intelligent, tanpa harus memulai semuanya dari awal. Dan bagi organisasi yang ingin meningkatkan skala otomatisasi, langkah berikutnya adalah bergerak melampaui bot yang berdiri sendiri dan tugas-tugas individual menuju AI yang mampu mengoordinasikan keseluruhan workflow.

Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Yonyou atas penyelenggaraan GBIC 2026. Acara ini menjadi platform yang inspiratif untuk bertukar gagasan, menemukan peluang baru, dan melihat secara langsung bagaimana AI bergerak dari tahap eksperimen menuju penerapan nyata dalam dunia bisnis.

“Driving enterprise growth with AI” memiliki keterkaitan yang erat dengan visi kami untuk memberdayakan manusia agar dapat bekerja lebih cerdas dengan memanfaatkan AI. Bagi kami, partisipasi dalam GBIC 2026 merupakan kesempatan untuk mewujudkan visi tersebut secara nyata: membawa AI Agents lebih dekat ke tempat di mana aktivitas bisnis berlangsung dan membantu perusahaan mengubah kapabilitas AI menjadi nilai operasional yang terukur.

Kami percaya bahwa AI seharusnya dapat bekerja berdampingan dengan sistem yang telah menjadi bagian penting dari operasional perusahaan—membantu organisasi mengotomatisasi proses, menghubungkan informasi di berbagai aplikasi, serta mengubah aktivitas bisnis sehari-hari menjadi intelligent, scalable workflows.

Seiring perusahaan melanjutkan perjalanan menuju operasional yang didukung AI, Gleematic berharap dapat terus bekerja sama dengan partner seperti Yonyou untuk menjadikan AI lebih praktis, lebih terhubung, dan memberikan dampak yang lebih besar.

Oleh: Kezia Nadira