Minggu lalu, Gleematic berkolaborasi dengan PT VADS Indonesia! Kami mengadakan sharing session yang bersifat inklusif untuk sektor Banking and Finance (BFSI) atau industry perbankan dan jasa keuangan. Seminar ini terdiri dari berbagai sharing session oleh figur ternama dalam industri BFSI serta penyedia teknologi sebagai solusi tentang berbagai topik.

Bertempat di Hotel JS Luwansa, Jakarta – Indonesia pada 6 November 2022, kami berkesempatan untuk memperkenalkan bagaimana Gleematic sebagai cognitive automation dapat mentransformasi operasi bisnis di sektor BFSI.

Tentang PT VADS Indonesia

VADS Indonesia adalah anak perusahaan dari TM ONE, perusahaan dan badan solusi bisnis sektor publik dari Telekom Malaysia Berhad (TM) Group. PT VADS Indonesia adalah mitra pilihan pelanggan dalam digital customer experience management. VADS Indonesia menyatukan proses, teknologi, dan orang-orang untuk mencapai tujuan akhir pelanggan mereka. Visi mereka adalah untuk memberikan solusi kepada pelanggan dan saling berbagi keuntungan dengan mitra mereka. Misi utama mereka adalah memberikan keunggulan layanan dengan cara yang standar, efektif, dan efisien yang dapat memberikan kepuasan kepada klien, pelanggan, mitra, dan karyawan mereka.

Memperkenalkan Cognitive Automation Bersama VADS Indonesia

Sebagai innovator bidang teknologi yang memberikan solusi untuk meningkatkan kualitas operasi bisnis, kami mendukung visi VADS Indonesia, yaitu “memberikan solusi total kepada pelanggan”. Kami menyadari bahwa sangat perlu untuk memperkenalkan kemampuan cognitive automation kepada para professional di bidang BFSI. Bagaimana mereka bisa mendapatkan keuntungan dari cognitive automation dalam proses bisnis di bidang BFSI adalah tujuan utama kami.

Tentang Konferensi

Konferensi ini mengangkat tema “Memaksimalkan Peran Otomasi untuk Customer Experience (CX) yang Lebih Efektif dan Efisien”. Acara ini mengundang pembicara terkemuka dengan keahlian masing-masing di bidang regulasi pemerintahan dan solusi teknologi untuk BFSI, serta praktisi di bidang teknologi seperti cognitive automation. Audiens yang diharapkan adalah para profesional di bidang BFSI, seperti perbankan, yang sedang mencari solusi untuk meningkatkan operasi mereka.

Memaksimalkan Peran Otomasi untuk Customer Experience (CX) yang Lebih Efektif dan Efisien

Konferensi dimulai dengan sambutan dari CEO VADS Indonesia, Saravanan Belusami. Sharing session pertama disampaikan oleh Deddy Hermansyah, Chief of Marketing (CMO) VADS Indonesia. Kemudian, acara dilanjutkan dengan menghadirkan Ruly Widyanto, Multiguna Division Head PT Mandiri Tunas Finance. Selanjutya, Nufransa Wira Sakti, Asisten Menteri Pengawasan Pajak Kementerian Keuangan Republik Indonesia, bergabung untuk memberikan sharing secara virtual. Pembicara selanjutnya adalah Vitri Ani, Head of Operations Nanovest. Beliau memperkenalkan Nanovest sebagai platform investasi yang dapat dipercaya, juga bagaimana tim mereka berusaha untuk mempermudah investasi dengan produk mereka. Dengan jeda coffee break, acara dilanjutkan dengan sesi sharing oleh Raman MK, Head International Marketing Exotel – yang juga menjadi rekan kerja sama kami untuk acara ini.

Christopher Lim dan Ruly Widyanto – Multiguna Division Head of PT Mandiri Tunas Finance

Terakhir, co-founder dan CEO kami – Christopher Lim – menerima kehormatan untuk mengakhiri konferensi tersebut. Christopher Lim berbagi informasi tentang cognitive automation dan bagaimana teknologi ini dapat berdampak pada industri BFSI.

Cognitive Automation sebagai Kunci Menuju Transformasi Digital

Pentingnya Transformasi Digital

Christopher Lim berbicara tentang urgensi dan pentingnya transformasi digital bagi berjalannya suatu bisnis di seluruh dunia.

Melihat dari perspektif setelah pandemi, apa yang dapat kita pelajari? Menurut kami, pandemi mengajari kami untuk memanfaatkan teknologi untuk menjaga produktivitas dan efisiensi bisnis kami untuk tetap stabil, terlepas dari lingkungan bisnis yang dinamis. Bersandar pada teknologi terbukti lebih menjaga stabilitas sebuah bisnis.

Ketika bisnis mereka terguncang oleh perubahan mendadak akibat pandemi, perusahaan lebih terbuka terhadap kemungkinan transformasi digital. Artinya, mereka melihat transformasi digital sebagai opsi yang kuat – tidak hanya untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi bisnis – tetapi juga untuk membuatnya lebih stabil dan lebih mudah dikendalikan.

Christopher Lim berbicara tentang pentingnya transformasi digital

Memahami Transformasi Digital

Transformasi digital melibatkan proses penggunaan teknologi untuk mengubah praktik bisnis lama dan konvensional, membuka potensi untuk menjadi perusahaan yang cerdas. Melalui teknologi AI yang tertanam dalam software otomatisasi kami, kami bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi sebanyak mungkin untuk perusahaan:

  • menciptakan lingkungan kerja yang lebih cerdas untuk karyawan mereka dengan mengotomatiskan tugas manual dan berulang mereka
  • menciptakan metode yang lebih efektif bagi perusahaan untuk membuat keputusan bisnis yang lebih cerdas melalui analisis data
  • memungkinkan perusahaan untuk fokus pada pekerjaan yang bersifat strategis daripada tugas repetitif dan manual yang memakan waktu.

Cognitive Automation sebagai Kunci Menuju Transformasi Digital

Tranformasi digital membantu meningkatkan dan mengubah operasi bisnis melalui data digital. Hal ini dapat tercapai dengan memanfaatkan teknologi cerdas untuk mengubah dan memahami data dengan lebih baik.

Beberapa contoh penggunaan teknologi dalam digitalisasi:

Teknologi ini memungkinkan sistem untuk meniru perilaku manusia. Kemampuan ini dapat kita tingkatkan melalui pembelajaran dalam memproses data dan informasi yang bersifat kompleks.

Teknologi ini memungkinkan perusahaan untuk mengotomatisasi berbagai macam pekerjaan secara signifikan. Hal ini dapat meningkatkan produktivitas kerja, mencegah kesalahan manusia yang cenderung terjadi dalam pekerjaan, dan menghemat operational cost.

Tujuan utama transformasi digital adalah agar perusahaan dapat bertahan dan bersaing secara global. Berbagai perusahaan di seluruh dunia berlomba untuk menerapkan teknologi secanggih mungkin untuk memajukan bisnis mereka agar tetap kompetitif, meningkatkan produktivitas dan efisiensi, serta meningkatkan profit.

Ada banyak pilihan untuk memulai transformasi digital ini, dan otomatisasi adalah salah satu cara efektif untuk menerapkannya. Otomatisasi dengan cognitive automation adalah pilihan yang tepat bagi perusahaan untuk memulai perjalanan digitalisasi mereka, yang mana akan meningkatkan nilai kompetitif bisnis mereka sendiri.

Baca tentang 10 Manfaat Digitalisasi bagi Perusahaan Anda untuk Bersaing di Era Digital

Christopher Lim berbicara tentang bagaimana cognitive automation menjadi kunci transformasi digital

Transformasi Operasi BFSI dengan Cognitive Automation

Menurut survei tahun 2014 oleh PMG IT, 98% profesional IT melihat otomatisasi proses bisnis sebagai hal penting, sehingga dapat mendorong keuntungan bisnis di lingkungan perusahaan saat ini. Berdasarkan penelitian oleh McKinsey, sekitar 60% dari semua pekerjaan memiliki setidaknya 30% aktivitas yang dapat kita otomatisasi.

Penelitian oleh PwC menunjukkan bahwa layanan keuangan menyadari bahwa 15% dari keseluruhan pengurangan biaya operasional dapat dilakukan dengan cara menghilangkan pekerjaan yang bersifat manual dan repetitif. Dalam industri perbankan, mereka dapat mengotomatisasi proses KYC/AML dan persetujuan pinjaman.

Baca tentang berapa banyak waktu yang harus Anda habiskan untuk mengerjakan pekerjaan repetitif secara manual

Christopher Lim menguraikan kemungkinan area pada industri BFSI di mana mereka dapat menerapkan cognitive automation. Kami menyediakan video singkat tentang studi kasus penggunaan cognitive automation dalam industri BFSI. Video ini berfungsi agar audiens memiliki gambaran tentang cara kerja cognitive automation secara garis besar.

Christopher Lim menunjukkan cara kerja cognitive automation

Memulai Cognitive Automation untuk Perusahaan Anda

Christopher Lim menjabarkan langkah-langkah untuk memulai proyek cognitive automation dalam perusahaan. Beliau menyatakan bahwa yang terbaik adalah memilih proses untuk otomatisasi dengan hati-hati. Hal ini dapat kita lakukan dengan menggunakan metodologi “process mapping“. Selain itu, beliau menjelaskan bahwa beberapa proyek otomasi mungkin saja gagal. Hal ini terjadi karena beberapa parameter penentu seperti jenis proyek yang hendak kita otomatisasi, vendor penyedia software otomatisasi, proses mengotomatisasinya, dan banyak lagi.

Sesi ini cukup menggugah pikiran karena memicu audiens untuk mengajukan pertanyaan, walau selama durasi yang cukup ketat. Mereka ingin mengetahui lebih lanjut tentang bagaimana cognitive automation dapat benar-benar dapat bekerja. Selain itu, apakah teknologi ini fleksibel untuk mengotomatisasikan pekerjaan apapun tergantung kebutuhan mereka.

Interaksi dengan salah satu audiens
Interaksi dengan salah satu audiens

Christopher Lim menjawab pertanyaan tersebut dengan cukup lugas, dengan mengatakan bahwa teknologi cognitive automation kami merupakan software “tanpa kode” yang dapat digunakan oleh berbagai tipe pengguna walau mereka tidak memiliki latar belakang IT. Juga, software kami sangat fleksibel hingga pengguna dapat menyesuaikan script otomatisasi sesuai dengan kebutuhan mereka.

Baca tentang strategi memulai otomatisasi proses bisnis

Memperkenalkan Gleematic Cognitive Automation

Kami memiliki mini-booth untuk memperkenalkan Gleematic selama acara, di mana selama sesi coffee break peserta dapat datang ke booth kami untuk menanyakan lebih lanjut tentang Gleematic.

Beberapa dari mereka penasaran bagaimana Gleematic dapat “berkomunikasi” dengan berbagai sistem dan aplikasi IT yang berbeda. Sebagian besar dari mereka bercerita bahwa mereka menghabiskan terlalu banyak waktu untuk memproses dokumen fisik, dan bahkan setelah mendigitalisasi data, mereka masih perlu mengalokasikan waktu dan energi untuk memprosesnya.

Kami mendengarkan mereka tentang betapa membosankannya pekerjaan jika masih mengandalkan proses manual dalam pengerjaannya. Menggunakan ide “mengotomatisasikan” pekerjaan tersebut mungkin terdengar baru bagi sebagian dari mereka. Namun, hal ini seperti penyelesaian masalah yang terang-benderang ketika mereka akhirnya dapat memahami konsep dasar otomatisasi.

Tim kami dengan salah satu audiens

Cari tahu lebih banyak studi kasus terkait implementasi otomatisasi untuk perbankan dan finance

Selalu menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi kami untuk memperkenalkan Gleematic sebagai cognitive automation si robot cerdas. Kami berterima kasih kepada VADS Indonesia sebagai partner yang membantu kami membuka jalan untuk menyebarkan kemampuan cognitive automation ke berbagai perusahaan di Indonesia, khususnya di industri BFSI.

Christopher Lim bersama VADS team

Tentunya, akan lebih banyak acara menarik di tahun 2023!

Tim Gleematic

Oleh: Kezia Nadira