Dalam perusahaan asuransi, Policy Administration atau Administrasi Polis adalah suatu sistem yang berfungsi sebagai panduan bagi pelanggan selama proses onboarding. Proses administrasi polis asuransi ini berguna untuk mencapai kesepakatan bersama antara perusahaan penyedia asuransi dengan nasabah pemegang polis.

Apabila perusahaan dapat menemukan cara yang efisien untuk mengelola prosedur administrasi polis ini, akan berimbas pada kepuasan customer yang lebih baik dan biaya operasional yang dapat diminimalisir atau dioptimalkan.

Lihat Otomatisasi Asuransi dengan Cognitive Automation

Apa Saja yang Dibutuhkan dalam Administrasi Polis Asuransi?

Pada umumnya, prosedur administrasi polis berupa siklus. Pada saat proses aplikasi, customer perlu mengisi informasi tentang data diri mereka lalu menyelesaikan pembayaran. Setelah itu, pihak asuransi perlu meninjau ulang informasi ini.

Tantangan dalam Prosedur Administrasi Polis

Tantangan pertama bagi perusahaan asuransi adalah mengeluarkan premi dari rencana pertanggungan asuransi. Hal ini berdasarkan kasus, dan premi bagi setiap customer dapat beragam dan berbeda-beda. Jika ada banyak customer, waktu untuk meninjau dan mengeluarkan premi akan memakan waktu yang lebih lama.

Cognitive Automation secara otomatis menemukan premi asuransi untuk berbagai tipe customer.

Namun, setelah premi asuransi terbit, customer masih perlu untuk memberikan informasi lebih lanjut untuk tahap yang lebih menyeluruh dalam menyelesaikan proses aplikasi. Sebagai contoh, apabila aset customer tidak sesuai untuk jenis asuransi yang diajukan, maka perusahaan sebagai penyedia asuransi dapat menandai poin-poin ini untuk meninjaunya lebih lanjut. Setelah itu, customer dan perusahaan penyedia asuransi perlu memperbaharui kesepakatan akhir pada polis asuransi.

Walaupun penyusunan kesepakatan ini adalah hal yang mendasar dalam perusahaan asuransi, prosedur ini dapat berlangsung berulang-ulang dan menjemukan.

Otomatisasi Prosedur Administrasi Polis

Sering kali, perusahaan asuransi perlu menangani customer dalam jumlah yang besar. Dengan mengotomatisasikan prosedur ini, staf tidak perlu lagi mengumpulkan data atau informasi tentang customer secara manual. Dengan cognitive automation, staf dapat mengandalkan robot untuk mengumpulkan informasi customer dari beragam sumber seperti dokumen, formulir, atau bahkan sistem. Kemampuan ini adalah Intelligent Document Processing (IDP).

Cognitive Automation mampu mengumpulkan dan menggambungkan informasi customer terlepas darimana sumbernya atau bahkan jenis data itu sendiri, lalu cognitive bot akan memasukkan informasi tersebut ke sistem perusahaan dan dapat melakukan pembaharuan data apabila ada. Hal ini memberikan kemudahan bagi staf, serta customer, untuk prosedur pengajuan aplikasi polis asuransi yang lebih cepat dan minim risiko kesalahan.

Ketika terdapat perubahan atau pembaharuan terkait polis asuransi, robot dapat mengirimkan email kepada customer termasuk juga terkait progress peninjauan aplikasi administrasi polis. Robot dapat memproses email dalam jumlah besar, sehingga dapat menghemat waktu bagi perusahaan asuransi dalam memastikan bahwa informasi yang akan mereka sampaikan kepada customer adalah informasi yang paling baru.


Baca artikel ini dalam Bahasa Inggris

By: Kezia Nadira

Attribution: Policy Insurance photo created by rawpixel.com – www.freepik.com