Digital Skills – keterampilan digital – sudah menjadi suatu keharusan bagi para profesional bisnis di era modern ini. Dalam lingkup industri yang terus berkembang, pemahaman mendalam akan teknologi digital menjadi kunci untuk kesuksesan dalam berbagai bidang bisnis. Dari pemasaran hingga manajemen operasional, keahlian dalam memanfaatkan teknologi digital tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga membuka peluang baru untuk inovasi dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Oleh karena itu, penting bagi para profesional bisnis untuk menguasai keterampilan digital guna tetap relevan dan bersaing di pasar yang semakin kompetitif ini.

Workshop tentang “Digital Skills for Business Professionals”

Menyadari perlunya pembekalan akan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan dalam lanskap digital saat ini, pada tanggal 22 Februari, Gleematic bersama dengan Singapore Institute of Technology (SIT) menyelenggarakan sebuah workshop yang didukung oleh SkillsFuture Singapore (SSG). Workshop ini berlangsung di NTU Centre for Professional and Continuing Education (PaCE@NTU).

Tujuan dari workshop ini adalah untuk meningkatkan keterampilan digital para profesional bisnis. Workshop ini berlangsung seharian dan mengusung tema “Digital Skills for Business Professionals” (Keterampilan Digital untuk Profesional Bisnis). Tema tersebut menarik peserta yang antusias untuk mendalami bidang analisis data, Robotic Process Automation (RPA), dan machine learning. Secara keseluruhan, workshop ini didesain untuk membekali para profesional dengan kompetensi digital yang esensial agar dapat berkembang dalam lingkungan bisnis modern.

Analisis Data dan RPA sebagai “Digital Skills for Business Professionals”

Workshop dimulai dengan gambaran menyeluruh tentang analisis data yang informatif, memberikan peserta pengetahuan penting tentang Big Data dan implikasinya dalam ranah bisnis. Sesi ini bertujuan untuk menggali lebih dalam ke dunia transformasi digital.

Gleematic Co-founders, Christopher Lim dan Ada Lim, mengisi sesi separuh hari lainnya dengan sesi praktik langsung (hands-on). Mereka memberikan gambaran tentang RPA dan Machine Learning dengan tujuan agar peserta memperoleh wawasan tentang teknologi ini, serta memahami aplikasi dan relevansinya dalam bidang bisnis mereka masing-masing.

Salah satu sorotan dari workshop ini adalah sesi praktik langsung dalam analisis data dan RPA.  Para peserta diberi kesempatan untuk menggunakan alat analisis bisnis terkini, menyelami algoritma pembelajaran mesin, dan menjelajahi program RPA, tanpa harus memiliki pengetahuan pemrograman sebelumnya. Pendekatan ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengaplikasikan konsep-konsep teoritis dalam situasi nyata, sehingga meningkatkan pemahaman mereka tentang keterampilan digital.

Mempelajari Gleematic sebagai “Digital Skills”

Gleematic memiliki potensi dalam menunjang suatu bisnis menggapai transformasi digital. Oleh karena itu, banyak bisnis yang memilih beralih ke software otomatisasi ini untuk mengoptimalkan operasi mereka.  Dengan begitu, mereka dapat mendorong transformasi digital.

Dengan mempelajari Gleematic, mereka dapat memperoleh keterampilan dan keahlian yang diperlukan untuk memanfaatkan potensi penuh otomatisasi. Selain itu, otomatisasi dapat merevolusi cara mereka bekerja. Hal ini akan mendorong bisnis mereka menuju efisiensi dan profitabilitas yang lebih besar.

Melalui pelatihan ini, peserta dapat menggali dan mengeksloprasi Gleematic sebagai keterampilan digital untuk meningkatkan proses bisnis melalui otomatisasi. Melalui pembelajaran yang praktis dan interaktif, peserta akan mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana Gleematic dapat mengubah cara mereka bekerja.

Workshop ini memberi peserta pengetahuan tentang dasar-dasar RPA. Utamanya, memungkinkan mereka untuk mengotomatisasi berbagai pekerjaan yang bersifat repetitif dan menyederhanakan alur kerja tanpa melibatkan coding atau programming.

Dengan mempelajari interface Gleematic yang bersifat intuitif dan berbagai fungsionalitasnya yang semudah drag-and-drop, peserta dapat belajar mengotomatisasi proses dengan efisiensi dan presisi, tanpa menghiraukan latar belakang kemampuan pemrograman mereka.

Selain itu, peserta juga belajar untuk memanfaatkan potensi Gleematic dalam menganalisis data. Gleematic dapat menyederhanakan proses analisis data. Dan dengan interface yang user-friendly, membuatnya dapat diakses oleh pengguna dengan berbagai tingkat keahlian programming atau bahkan tanpa keahlian sama sekali.

Apa saja kemampuan analisis data yang dapat Gleematic lakukan?

#1. Ektraksi Data

Gleematic memiliki kemampuan untuk mengekstraksi data dari berbagai sumber, termasuk database, berbagai dokumen dengan data terstruktur atau tidak terstruktur, situs web, aplikasi perangkat lunak, dan lainnya. Dengan algoritma Machine Learning, Gleematic dapat mengekstraksi data dengan cepat dan akurat tanpa memerlukan intervensi manusia secara langsung. Ini memungkinkan pengguna untuk dengan mudah mengambil data yang diperlukan untuk analisis lebih lanjut atau penggunaan dalam proses bisnis.

#2. Analisis Data

Gleematic dapat melakukan berbagai jenis analisis data seperti melakukan prediksi, deteksi, atau memberikan rekomendasi. Kemampuan ini dapat membantu pengguna dalam memahami dan mengeksplorasi pola dan tren dalam data. Dengan hasil analisis data, Gleematic dapat membantu pengguna dalam membuat keputusan yang lebih baik.

#3. Integrasi Data

Gleematic dapat mengintegrasikan data dari berbagai sumber dan format, sehingga menciptakan kesatuan data yang lengkap dan terpadu. Dengan fitur integrasi yang kuat, pengguna dapat menggabungkan data dari sistem internal perusahaan, aplikasi pihak ketiga, dan sumber data eksternal lainnya. Ini memungkinkan suatu bisnis untuk memiliki akses yang lebih baik ke data mereka, serta meningkatkan koherensi dan konsistensi dalam pengambilan keputusan berbasis data.

Workshop yang Interaktif dengan Konsep “Active Learning”

Workshop ini memiliki perbedaan mencolok dari metode pembelajaran yang tradisional. Pada workshop ini, pembelajaran dilangsungkan secara aktif. Melalui kegiatan yang menarik dan kuis online, peserta dihimbau untuk aktif berpartisipasi dalam perjalanan pembelajaran mereka, daripada hanya menyerap informasi secara pasif. Pendekatan inovatif ini tidak hanya meningkatkan retensi tetapi juga memicu kreativitas dan pemikiran kritis di antara peserta.

CEO Gleematic, Christopher Lim, di sebelah kanan dan para peserta

Dalam upaya untuk meningkatkan interaktivitas lebih lanjut, workshop ini memperkenalkan format baru, seperti permainan peran yang berpusat pada “robot” dan “developer.” Peserta tenggelam dalam skenario simulasi, memperoleh pengalaman langsung dalam dinamika implementasi RPA. Selain itu, kegiatan fokus dalam mengidentifikasi proses bisnis apa yang dapat peserta otomatisasi. Sesi ini mendorong peserta untuk berpikir secara kritis tentang peluang optimasi.

Gleematic CEO, Christopher Lim, memimpin pembelajaran yang interaktif

Workshop ini dapat berjalan dengan sukses. Hal ini terbukti dari feedback positif dari peserta. Mereka memuji betapa interaktif workshop tersebut, dengan rata-rata penilaian 8 dari 10. Ini menegaskan bahwa upaya kolaboratif ini efektif, dalam membekali para profesional bisnis dengan keterampilan digital yang diperlukan untuk berkembang dalam dunia bisnis yang terus berubah dengan cepat – dan sangat menuntut dalam keterampilan baru.

Akan Lebih Banyak Inisiatif untuk Mendukung Transformasi Digital

Seiring dengan transformasi digital yang terus membentuk ulang industri di seluruh dunia, inisiatif seperti workshop “Keterampilan Digital untuk Profesional Bisnis” memainkan peran penting dalam menjembatani kesenjangan digital dan memberdayakan individu untuk merangkul peluang di era digital.

Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut berpartisipasi untuk mewujudkan workshop ini. Terima kasih kepada Singapore Institute of Technology (SIT) atas kepercayaannya kepada kami untuk mengisi workshop ini.

Kami akan tetap berkomitmen untuk melakukan inovasi, menciptakan perubahan, dan memberdayakan potensi tenaga kerja melalui otomatisasi.

Oleh: Kezia Nadira